Bank NTT juga telah menyiapkan strategi untuk memitigasi risiko kredit macet yang terjadi pada para debitur dengan membangun kerja sama dengan pihak penjamin atau asuransi. Kerja sama ini dibangun agar jika kelak dalam proses pengembalian kredit ada masalah, maka pihak asuransi langsung mengambil alih pembayaran.
Data per Januari 2022, total penyaluran Kredit Mikro Merdeka secara terkonsolidasi pada 23 kantor Cabang Bank NTT adalah sebesar Rp10.883.450.000 dengan jumlah debitur sebanyak 2.099 debitur. Jumlah ini tergolong sangat besar dan sepanjang sejarah, baru di jaman Gubernur Viktor Laiskodat dan Dirut Alex Riwu Kaho, Bank NTT mengucurkan dana sebesar ini untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sebagai penggerak ekonomi masyarakat desa, Bank NTT pada tahun ini menyelenggarakan festival Desa Binaan Bank NTT yang melibatkan 5 Desa/Kelurahan di setiap Kabupaten/Kota di NTT. Dalam skema ini, Bank NTT akan hadir dan bekerja sama dengan BumDes dan pelaku UMKM untuk memproduksi dan mengembangkan potensi unggulan desa. Pelaku UMKM akan dirangsang melalui Kredit Mikro Merdeka, sehingga produk unggulan seperti makanan, minuman, hingga destinasi wisata bakal dipoles lebih baik untuk dijual demi meningkatkan PADes.



Tinggalkan Balasan