Bank NTT tidak lagi duduk di belakang meja, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat. Pengurus dan Direksi Bank NTT pun tidur dari kampung ke kampung bersama Gubernur Viktor untuk memberikan fasilitas modal kerja dan pendidikan literasi keuangan menabung sejak dini, bagi siswa siswi di seluruh Nusa Tenggara Timur.
Hampir di semua titik kunjungan kerja Gubernur Viktor Laiskodat, Bank NTT selalu membagikan modal kerja dalam bentuk Kredit Mikro Merdeka. Terbaru, dalam kunjungan kerja Gubernur NTT ke daratan Timor pada 21 hingga 25 Januari 2022, masyarakat di 3 desa/kelurahan yaitu Desa Ajaobaki, Kelurahan Sasi dan Dualaos mendapat fasilitas Kredit Mikro Merdeka. Fasilitas kredit dengan plafon Rp5 Juta sampai Rp10 Juta ini dibilang sangat unik dan membantu, karena membebaskan debitur dari bunga, agunan, dan rentenir.

Kredit Mikro Merdeka ini adalah buah dari gagasan brilian Gubernur Viktor Laiskodat bersama para pemegang saham dan pengurus Bank NTT khususnya Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho.
Tujuan fasilitas Kredit Mikro Merdeka adalah memberdayakan masyarakat NTT yang berprofesi sebagai pelaku UMKM, petani, peternak, dan nelayan yang selama ini kesulitan mengakses modal kerja.
Bank NTT juga telah menyiapkan strategi untuk memitigasi risiko kredit macet yang terjadi pada para debitur dengan membangun kerja sama dengan pihak penjamin atau asuransi. Kerja sama ini dibangun agar jika kelak dalam proses pengembalian kredit ada masalah, maka pihak asuransi langsung mengambil alih pembayaran.
Data per Januari 2022, total penyaluran Kredit Mikro Merdeka secara terkonsolidasi pada 23 kantor Cabang Bank NTT adalah sebesar Rp10.883.450.000 dengan jumlah debitur sebanyak 2.099 debitur. Jumlah ini tergolong sangat besar dan sepanjang sejarah, baru di jaman Gubernur Viktor Laiskodat dan Dirut Alex Riwu Kaho, Bank NTT mengucurkan dana sebesar ini untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.







Tinggalkan Balasan