Lantas, apa kaitannya antara narasi gerakan-gerakan revolusi di atas dengan perayaan Natal umat kristiani? Secara horizontal memang tidak ada kaitannya sama sekali. Tetapi, kalau merujuk pada rumusan definisi revolusi di atas, maka peristiwa Natal yang diyakini oleh kaum Kristiani sebagai hari kelahiran Yesus Sang Raja Damai, bisa dilihat sebagai sebuah gerakan revolusi. Saya menamainya sebagai revolusi Surga. Karena itu, sebetulnya jauh sebelum gerakan-gerakan revolusi dunia itu lahir, Allah sudah lebih dahulu melakukan gerakan revolusi Surga, yaitu Natal. Dalam perspektif teologis, revolusi Surga dalam konteks ini berarti proses inkarnasi Sabda Allah menjadi manusia konkret dalam diri seorang bayi mungil, yaitu Yesus Kristus. Di dalam dan melalui peristiwa Natal, Allah yang Agung dan tak terjangkau oleh indera manusia turun dari takhtaNya yang suci ke dalam dunia (kandang binatang) untuk menunjukkan diriNya kepada manusia yang rapuh dan telah najis. Dalam aktus revolusi Surga, Allah yang Mahakuasa dan Mulia mengutus Putra TunggalNya untuk meninjau langsung kondisi hidup manusia yang sedang mengalami dekadensi iman dan moral.
Revolusi ini bertolak dari factum kondisi hidup manusia yang sudah salah dalam melangkah dan terperangkap dalam jebakan kuasa kerajaan maut yang cukup mematikan. Namun, kondisi berbahaya ini tidak disadari oleh manusia, lantaran dibungkus rapi oleh kerajaan setan dengan busana hedonisme, kosumerisme dan egoisme. Situasi ini membuat manusia merasa mapan dan karena itu, ingin terus menikmati lezatnya kue dan anggur dalam pesta pora kerajaan setan sampai lupa pada akibat fatal yang akan menimpa dirinya di kemudian hari. Kedatangan Sang Putra Mahkota Kerajaan Allah ke dalam dunia membawa sejuta kabar baik yang di dalamnya terkandung garansi akan kehidupan, kebahagiaan dan kedamaian yang autentik bagi manusia. Revolusi Surga merupakan peristiwa di mana Allah ingin mengubah kondisi hidup manusia secara total, yaitu mengeluarkannya dari jurang kegelapan menuju terang kehidupan. Revolusi Surga tidak sama dengan gerakan-gerakan revolusi dalam narasai-narasi di atas. Ia merupakan antitesis dari gerakan-gerakan revolusi berdarah dalam sejarah umat manusia. Ada distingsi yang cukup mencolok antara revolusi Surga dan revolusi-revolusi dunia. Dalam catatan sejarah terlihat bahwa kebanyakan gerakan revolusi dunia diwarnai dengan drama pembantaian dan penggulingan para penguasa politik oleh kaum revolusioner lantaran dinilai cukup buruk, yaitu feodal, otoriter dan korup. Sementara itu, revolusi Surga menempuh jalan damai. Di dalamnya Sang Revolusioner sejati, yaitu Yesus Sang Raja Damai justru membiarkan diriNya untuk dihina dan dibantai oleh mereka yang anti terhadap gaya hidup dan menolak ajaranNya. Pemberian diri Sang Revolusioner Surga untuk disiksa dan dibunuh oleh kaum penjahat bukan karena Ia lemah dan tak sanggup melawan para pemimpin agama dan penguasa saat itu, melainkan misi revolusiNya didasari pada hukum kasih tanpa batas (agape) dan prinsip perdamaian abadi. Karena itu, sesungguhnya revolusi Surga merupakan praktik kasih, solidaritas dan kepedulian tak terhinnga dari Allah terhadap manusia hasil rancangan tanganNya.
Model yang diterapkan dalam revolusi Surga ialah menyampaikan kabar kehidupan yang terbaik kepada manusia (the good news). Bagi mereka yang menerima kabar baik itu dan percaya kepada Yesus Sang Raja Damai akan dibebaskan dari perangkap kerajaan setan dan kemudian tentu diselamatkan olehNya. Pada dasarnya gerakan revolusi Surga tidak didasarkan pada alasan-alasan politis dan ambisi untuk merebut kekuasaan politik dengan cara anarkis guna membentuk sebuah pemerintahan baru. Hal ini bisa dilihat dari jawaban Yesus terhadap pertanyaan yang diajukan oleh gubernur Pilatus, penguasa Romawi di tanah Palestina tentang status Yesus dalam masyarakat Yahudi. Yesus dengan lantang berkata kepada Pilatus: “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; Jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, maka hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini,” (Yoh.18:36).
Revolusi Surga: Catatan Kecil Tentang Natal
Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini



Tinggalkan Balasan