Apabila perahu tersebut dibawa arus laut dan terdampar di pantai atau desa tetangga, maka orang yang menemukannya wajib menolak dan menghanyutkannya kembali ke laut. Jika tidak, konon, hal buruk yang menimpa warga pertama kali melepas perahu tersebut akan berbalik menimpa warga yang tinggal di tempat perahu tersebut terdampar.
Setelah pelepasan perahu ke laut, tahap berikutnya dalam upacara Tulude adalah membuat kue tamo di rumah tokoh adat. Ini dilakukan sehari sebelum acara puncak. Bahan pembuatan kue tamo adalah beras ketan, gula merah, minyak kelapa, bubuk kayu manis, papaya, kelapa muda, dan pisang raja.
Waktu pelaksanaan upacara adat Tulude adalah sore hari hingga malam hari selama kurang-lebih 4 jam. Waktu 4 jam ini dihitung mulai dari acara penjemputan kue adat Tamo di rumah pembuatan lalu diarak keliling desa atau keliling kota untuk selanjutnya dibawa masuk ke arena upacara. Selama perarakan, penonton dihibur dengan penampilan tarian tradisional dan kelompok musik. Selanjutnya, kue akan dipotong dan dilanjutkan dengan pesta rakyat sebagai prosesi akhir.



Tinggalkan Balasan