Ritual Ma`mapas Lewu memiliki arti membersihkan wilayah atau daerah dari pengaruh atau perbuatan jahat dan buruk. Baik yang dilakukan oleh manusia maupun roh jahat (gaib) terhadap kehidupan diri dan lingkungan.

Sedangkan ritual Ma`arak Sahur sebagai ungkapan syukur kepada Yang Maha Kuasa, Sahur Parapah, Antang Patahu dan leluhur yang telah memberikan perlindungan, kesehatan dan kekuatan.

Sementara ritual Mangantung Sahur Lewu sebagai permohonan kepada Yang Maha Kuasa, Sahur Parapah, Antang Patahu serta leluhur agar Kalimantan Tengah selalu dijaga dan dilindungi. Dilindungi di sini memiliki arti terhindar dari hal-hal yang buruk, baik yang dilakukan oleh manusia atau pun oleh roh-roh jahat.

Kegiatan tersebut diisi dengan berbagai ritual adat Dayak Kalimantan tengah yang dilaksanakan oleh para Basir/ Balian yaitu orang tertentu yang mempunyai kemampuan untuk berhubungan dengan roh-roh gaib penjaga alam, yang menurut keyakinan adalah sebagai pelindung yang mampu berkomunikasi dengan roh-roh gaib menggunakan bahasa Sangiang.

Pelaksanaan upacara adat Mamapas Lewu ini melalui 10 tahap/proses yang dilaksanakan secara urut yaitu Acara Basir Balian Mandurut Sangiang; Acara Basir Balian Manantan Dahiang Baya; Sial Pali Seluruh Kota Palangka Raya; Acara Penyembelihan Hewan Kurban; Acara Menurunkan Pinggan Sahur; Acara Pemberian Penginan Sukup Simpan dilanjutkan dengan Pakanan Sahur Lewu; Acara Mimbul Kuluk Metu (Penanaman hewan kurban); Acara Balian Karunya; Acara pabuli Sangiang.

Upacara Adat Tulude

Di penghujung tahun atau di tahun baru, warga Sangihe Talaud yang terletak di Provinsi Sulawesi Utara selalu menggelar upacara adat Tulude. Dalam bahasa Sangihe, tulude berasal dari kata Suhude yang artinya tolak. Tulude dimaknai sebagai penolakan terhadap tahun yang lama atau menolak meratapi kehidupan di tahun sebelumnya dan kesiapan untuk menerima tahun baru.

Tulude secara hakikat merupakan bentuk pengucapan syukur kepada Mawu Ruata Ghenggona Langi (Tuhan Yang Maha Kuasa) atas berkatnya selama setahun yang telah berlalu. Warisan budaya Tulude ini penuh makna dan sarat-sarat nilai keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa.