Meski telah mengirim sebanyak dua kali, namun sampai dengan saat ini, surat sanggahan itu tidak ditanggapi oleh BPN Manggarai Barat.
Ia juga mengaku heran dengan Kepala BPN Manggarai Barat yang lebih memilih merespons untuk kepentingan pemberitaan media massa, ketimbang menjawab surat keberatannya.
“Saya minta Kakan BPN jangan cuci tangan. Mereka punya fungsi pengawasan. Mereka pasti tau persoalan ini, termasuk saat oknum itu turun mengukur tanah,” kecam Lelyan.
“Kami tidak punya sedang bersengketa. Tanah yang bersertifikat malah diserobot dan oknum BPN terlibat. Bagaimana mungkin BPN kembali mengukur tanah untuk terbitkan sertifikat. Padahal tanah itu milik kami dan sudah memiliki sertifikat,” sambung Lelyan dengan nada kesal.
“Tapi anehnya dia (NA) tidak menunjukan suatu bukti hukum apapun. Sehingga saya menduga NA terlibat konspirasi dgn AI,” tambah dia.
Padahal, kata Lelyana, tanahnya sudah ada SHM dan sudah dipagari tembok. Apalagi tembok tersebut dibuat setelah rekon tahun 2019.
“Waktu di lapangan saya sampaikan keberatan, tapi NA masih melanjutkan pengukuran hingga berlanjut tanam pilar oleh AI,” katanya.
Ia menegaskan, jika betul pagar miliknya tidak sesuai SHM, maka seharusnya Abdullah melakukan gugatan di pengadilan.
“Tentu sebagai warga negara yang baik saya akan menghargai itu. Bukan dengan cara-cara seperti ini dan itu sama saja merampok tanah saya,” tegas Lelyana.
Ia pun mengingatkan bahwa tujuan pendaftaran hak atas tanah itu untuk kepastian hukum. Karena itu, tindakan NA dinilainya sebagai sebuah hasutan atau tindakan provokasi, sebab nanti bisa muncul sertifikat ganda.
“Sehingga kuat dugaan saya NA terlibat konspirasi, sehingga saya minta Kepala BPN segera memeriksa NA,” ujar Lelyana.
Menanggapi persoalan itu, Kepala Kantor BPN Manggarai Barat Budi Hartanto mengklarifikasi berita tentang oknum Pegawai BPN yang diduga serobot lahan milik tokoh Mahaputra.
“Teman-teman pasti dalam menjalankan
tugas tentunya sesuai dengan data dan
fakta di lapangan dan SOP yang sudah
ditentukan. Tidak benar pegawai BPN
menyerobot tanah milik toko Maha
Putra,” kata Budi saat dihubungi Koranntt.com, Minggu 5 Desember 2021.







Tinggalkan Balasan