Sebelum adanya pandemi covid-19, sistem pendidikan Indonesia memang menekankan bahwa orang tua merupakan influencer paling kuat dalam pembentukan karakter anak-anak mereka. Dalam artian orang tua memiliki keterlibatan jika anak-anak mereka memperoleh karakter yang baik atau karakter yang buruk. Dan juga sebelum pandemi ini, beberapa orang tua selalu menyalahkan tenaga pengajar/guru jika anaknya melakukan kesalahan di sekolah, namun anehnya ketika guru memberi sanksi atas kenakalan atau kesalahan yang dilakukan oleh anaknya, orang tua marah lagi kepada guru dengan tuduhan melakukan kekerasan kepada anak. Hal itu dapat dibuktikan dengan banyaknya kasus guru yang dipenjarakan akibat masalah yang terbilang sepele.
Berdasarkan hal tersebut, di situasi pandemi covid-19 ini, orang tua harus sadar bahwa membentuk karakter anak bukanlah hal yang mudah, dan upaya dalam pembentukan karakter tidak hanya dapat dilakukan dengan pemberian peringatan yang lembut, karena terkadang beberapa anak didik harus diberi peringatan dengan keras yang memiliki efek jerah atas kesalahan yang mereka lakukan. Semoga di masa pandemi ini dan bahkan setelahnya, orang tua dan guru dapat membentuk saling pengertian untuk membina pendidikan karakter. Karena mustahil memperoleh pendidikan karakter yang baik jika hanya orang tua atau hanya guru yang memiliki peran aktif dan ada saling curiga di dalamnya.



Tinggalkan Balasan