Demikianlah pancasila hanya menjadi pelengkap sandiwara, sinetron kehidupan tak bermutu bagi sang pelahap kekuasan. Maka dari itu harapan bangsa terletak pada Kaum muda, apa yang perlu dilakukan oleh kaum muda nantinya sedangkan kaum muda sendiri tergolong dalam praktek-praktek kriminal apa yang mau diharapakan dari kaum muda? Pendidikan?

Ya, benar sekali. Pendidikan mampu mengubah persepsi kaum muda yang salah sekaligus mengubah tingkah lakunya yang salah, dimana setiap pemuda memiliki cara pandang yang berbeda apalagi ditandai dengan fenomena multikultural.

Melihat kalau tindakan kriminal sendiri yang menjadi causa prima sendiri adalah kaum muda pada umumnya. Jawabnya adalah dengan pendidikan pancasila mampu merubah pola pikir yang nantinya meminimalisir aksi-aksi kejahahatan yang tarjadi akibat multikultural. Perbedaan ini suda semestinya tidak ada karena dalam deklarasi sumpah pemuda suda tertanam nilai Nasionalisme dalam diri pemuda, terealisasi dalam kandungan isi sumpah pemuda. Hendaknya suatu pola pikir berbeda dan multukultural sudah tidak ada karena adanya sumpah pemuda, toh kenyataan sikap dan mental membedakan satu sama lain masih tetap ada. Maka satu poin yang penting bahwa pendidikan pancasila belum sampai memenuhi permasalahan yang ada dalam diri bangsa indonesia yakni masalah multikultura yang banyak menyebabkan tindakan anarkis. Misalnya; dalam hal ini yang sangat hangat dibicarakan adalah masalah Agama.