Yang pertama adalah menegaskan komitmen seluruh organisasi untuk berubah dan berkembang. Komitmen itu hanya dapat menjadi kenyataan, jika meritokrasi digunakan sebagai dasar utama semua pembuatan keputusan di dalam organisasi. Komitmen itu harus datang dari para pimpinan organisasi, sampai dengan seluruh jajaran organisasi di bawahnya.
Langkah kedua adalah mendapatkan informasi yang memadai tentang kemampuan orang-orang yang bekerja di organisasi terkait. Informasi ini amat penting, supaya orang dengan kemampuan tertentu bisa bekerja di bidangnya masing-masing yang sesuai. Perkembangan organisasi amat tergantung dari langkah ini.
Langkah ketiga adalah menerapkan meritokrasi secara konsisten dan terukur bagi keseluruhan organisasi, demi keberlangsungan dan perkembangan organisasi itu sendiri. Perlawanan pasti datang dari orang-orang yang menggunakan pola pikir lama.
Di Indonesia, perlawanan pasti akan datang dari para pelaku kolusi dan nepotisme, serta orang-orang yang diuntungkan dari kedua hal tersebut. Namun, ini sama sekali bukan alasan untuk menyerah. Hal-hal terbaik dalam hidup selalu sulit untuk diperjuangkan. Meritokrasi pun begitu. Ia amat sulit untuk diwujudkan. Namun, ketika berhasil diwujudkan, jalan lapang menuju keadilan serta kemakmuran untuk semua akan terbuka lebar.





Tinggalkan Balasan