Oleh: Leo de Jesus Leto
(Warga NTT, Tinggal di Chile)
Sudah setahun lebih hidup kita diburu oleh Covid-19. Tercatat bahwa virus kejam asal Wuhan itu telah menelan jutaan nyawa manusia dan menyebabkan patologi sosial lainnya tumbuh di tengah kehiduapan kita. Misalnya, krisis ekonomi, jutaan orang kehilangan lapangan pekerjaan, kelaparan dan seterusnya. Ya, gara-gara Covid-19 kehidupan kita menjadi jauh lebih rumit dan kompleks. Monster haus darah itu memang sangat destruktif. Semua negara termasuk Indonesia telah dan sedang berupaya keras untuk menghentikan dan memusnahkannya melalui sejata vaksin. Dalam konteks Indonesia setelah adanya amunisi vaksin, angka orang terinfeksi dan meninggal akibat Covid-19 bukannya menurun, malah justru melanggeng bebas ke puncak kurva. Pertanyaannya ialah mengapa kasus Covid-19 di tanah air menjadi tinggi sesudah adanya vaksin? Jangan-jangan vaksinnya yang tidak mujarab? Atau jangan-jangan rakyat tak menghiraukan protokol kesehatan dan keras kepala untuk divaksin? Atau jangan-jangan proses pelaksanaan vaksin di lapangan tersendat dan berbelit-belit? Mungkin.



Tinggalkan Balasan