Pada titik ini, kita boleh mengajukan sebuah pertanyaan serius berikut ini. Mengapa tuan-tuan pejabat kita yang telah memiliki segalanya, hidup mereka dijamin secara sempurna oleh negara masih ingin menggasak hak wong cilik yang secara kuantitatif tidak layak dan menghina martabat mereka sebagai pejabat tinggi negara? Barangkali jawaban sederhananya ialah karena korupsi itu enak. Kalau Prabowo Subianto mengibaratkan korupsi itu sebagai penyakit kanker, maka kita mesti memakai logika terbalik bahwa praktik korupsi itu bisa dikategorikan ke dalam jenis virus yang “baik”. Lah, memangnya ada virus yang baik? Ya, korupsi itu bisa dibilang virus yang baik. Ia sangat berbeda dengan viruscorona. Kalau Covid-19 cederung ditakuti dan dihindari oleh manusia lantaran ia kejam, buas dan racunnya mendatangkan penderitaan serta kematian, maka virus korupsi itu sebaliknya. Ia baik lantaran membawa sesuatu yang enak atau kenikmatan bagi mereka yang dihinggapinya. Uang hasil korupsi bisa dipakai untuk belanja barang-barang mewah seperti jam tangan Rolex di luar negeri, lho. Enak, kan? Karena itu, tidak heran tuan-tuan pejabat dan kaum elit sangat menyukai virus jenis yang satu ini.



Tinggalkan Balasan