Ia juga mendorong agar lingkungan rumah dipenuhi dengan buku sebagai sarana yang mudah dijangkau anak-anak, sehingga secara alami menumbuhkan ketertarikan mereka terhadap membaca.

Menurutnya, satu buku yang dibaca sama dengan satu cerita yang didengar, dan satu cerita dapat melahirkan keberanian seorang anak untuk bermimpi. Oleh karena itu, gerakan literasi harus terus dijaga dan diperkuat sebagai bagian dari upaya membangun generasi Kota Kupang yang cerdas dan berkarakter.

Di akhir sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh pihak menjadikan kegiatan tersebut sebagai awal dari gerakan besar dalam membangun budaya literasi di Kota Kupang. Ia juga memberikan semangat kepada anak-anak peserta lomba bercerita agar berani tampil, mengekspresikan diri, dan terus bermimpi besar.

“Kepada Bunda Literasi, selamat mengemban amanah. Semoga kehadiran bunda menjadi cahaya yang menuntun anak-anak kita menuju masa depan yang lebih baik. Dan kepada anak-anak, teruslah membaca dan bermimpi, karena masa depan Kota Kupang ada di tangan kalian,” tutupnya.