“Hari ini bagi saya bukan sekadar seremoni, tetapi tentang harapan. Harapan bahwa sebuah kota menjadi kuat bukan hanya karena infrastruktur dan visi, tetapi karena ilmu pengetahuan, karakter, dan peran Bunda Literasi,” ujar Wali Kota.
Ia menekankan pentingnya membangun budaya literasi sejak dini, dimulai dari lingkungan keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat. Menurutnya, anak-anak belajar dari teladan yang mereka lihat di rumah, sehingga peran orang tua sangat krusial dalam menumbuhkan minat baca.
Wali Kota juga mengutip pesan inspiratif dari aktivis pendidikan penerima Nobel Perdamaian, Malala Yousafzai, yang menyatakan bahwa “satu anak, satu guru, satu buku, dan satu pena dapat mengubah dunia.” Kutipan tersebut, menurutnya, mengandung makna mendalam bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil dalam pendidikan.
Lebih lanjut, ia mengajak para orang tua untuk membiasakan anak-anak membaca secara bertahap dan tanpa paksaan. “Tidak harus satu hari satu buku. Satu halaman, satu paragraf, bahkan satu kalimat pun cukup, yang penting konsisten. Jangan sampai anak merasa membaca itu beban, tetapi jadikan sebagai kebiasaan yang menyenangkan,” jelasnya.





Tinggalkan Balasan