Ia juga mendorong agar lingkungan rumah dipenuhi dengan buku sebagai sarana yang mudah dijangkau anak-anak, sehingga secara alami menumbuhkan ketertarikan mereka terhadap membaca.

Menurutnya, satu buku yang dibaca sama dengan satu cerita yang didengar, dan satu cerita dapat melahirkan keberanian seorang anak untuk bermimpi. Oleh karena itu, gerakan literasi harus terus dijaga dan diperkuat sebagai bagian dari upaya membangun generasi Kota Kupang yang cerdas dan berkarakter.

Di akhir sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh pihak menjadikan kegiatan tersebut sebagai awal dari gerakan besar dalam membangun budaya literasi di Kota Kupang. Ia juga memberikan semangat kepada anak-anak peserta lomba bercerita agar berani tampil, mengekspresikan diri, dan terus bermimpi besar.

“Kepada Bunda Literasi, selamat mengemban amanah. Semoga kehadiran bunda menjadi cahaya yang menuntun anak-anak kita menuju masa depan yang lebih baik. Dan kepada anak-anak, teruslah membaca dan bermimpi, karena masa depan Kota Kupang ada di tangan kalian,” tutupnya.

Sementara itu, laporan panitia yang disampaikan oleh Ketua Pokja II TP PKK Kota Kupang, Petty Mardina P. Pratami Ly, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya terintegrasi TP PKK dalam memperkuat peran keluarga sebagai pusat pendidikan pertama bagi anak.

Melalui pengukuhan Bunda Literasi, diharapkan hadir figur penggerak yang mampu mengoordinasikan dan menghidupkan berbagai inisiatif literasi hingga ke tingkat rumah tangga dan lingkungan masyarakat.

Ia juga memaparkan bahwa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya berfokus pada anak, tetapi juga menyasar orang tua melalui kelas parenting yang mengangkat isu pengasuhan positif dan pencegahan kekerasan terhadap anak.

Selain itu, lomba bercerita yang diikuti oleh 42 anak PAUD menjadi sarana untuk melatih keberanian, kemampuan berkomunikasi, serta imajinasi anak sejak dini. Seluruh kegiatan ini dirancang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, TP PKK, satuan pendidikan, dan keluarga dalam menumbuhkan budaya literasi yang berkelanjutan di Kota Kupang. (crs/ab)