KUPANG, KN — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Kupang untuk mempertegas komitmennya dalam menghadirkan lingkungan yang aman, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan tumbuh kembang anak. 

Bertempat di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada Kamis (23/7), jajaran eksekutif bersama stakeholders terkait memantapkan langkah strategis menuju pencapaian predikat Kota Layak Anak.

Kegiatan yang diinisiasi Dinas P3A Kota Kupang ini dihadiri oleh 300 anak jenjang SD dan SMP, pengurus TP PKK Kota Kupang, perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, serta jajaran legislator DPRD Kota Kupang.

Pemenuhan Hak Anak Lewat Kebijakan Berkelanjutan

Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, menegaskan bahwa pelibatan aktif anak-anak dalam perayaan tingkat kota bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud nyata keikutsertaan pemerintah dalam memastikan seluruh hak dasar anak terpenuhi tanpa diskriminasi.

“Ini merupakan salah satu upaya kami sebagai pemerintah untuk terus memperhatikan dan memastikan hak-hak anak di Kota Kupang terpenuhi,” ujar Serena Francis dalam keterangannya di lokasi acara.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Kupang secara konsisten akan terus memperkuat landasan hukum dan infrastruktur pendukung demi mengoptimalkan perlindungan anak. 

Penyusunan berbagai regulasi daerah, perancangan program intervensi, serta formulasi kebijakan prioritas senantiasa diarahkan untuk memberikan perlindungan terbaik bagi anak-anak di Kota Kupang.

Sinergi Lintas Elemen demi Generasi Masa Depan

Peringatan HAN ke-42 ini sekaligus menegaskan kembali pentingnya kolaborasi terpadu antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, institusi keluarga, dan seluruh komponen masyarakat. 

Sinergi lintas sektor dipandang sebagai kunci utama untuk membentengi anak-anak dari ancaman kekerasan serta menyediakan wadah belajar yang kondusif.

Melalui rangkaian program perlindungan yang terstruktur, Pemkot Kupang optimistis mampu membentuk ekosistem kota yang ramah anak, sekaligus mencetak sumber daya manusia berdaya saing tinggi untuk masa depan Kota Kupang. (agn)