MANGGARAI, KN — Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja langsung ke lokasi terdampak gempa bumi di Pulau Flores, Jumat (21/8). 

Didampingi Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena, Wapres meninjau Posko Pengungsian Golo Cenggo yang berada di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. 

Kehadiran pimpinan nasional di tengah masa tanggap darurat ini menjadi dorongan moral yang kuat sekaligus bentuk komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat penanganan bencana di daerah.

Suasana haru dan penuh kehangatan mewarnai area pengungsian. 

Di bawah naungan tenda-tenda darurat berwarna oranye milik BNPT dan BNPB yang terpasang di atas tanah kering berlapis tikar, Wapres Gibran dan Melki Laka Lena bersimpuh serta duduk bersila bersama warga terdampak. 

Tanpa sekat, mereka mendengarkan keluh kesah para lansia, ibu-ibu yang menggendong bayi, serta anak-anak yang terpaksa bertahan di tempat pengungsian. 

Di lokasi lain, kerusakan fisik tampak nyata dengan runtuhnya kubah dan bangunan tempat ibadah yang roboh miring serta puing-puing bangunan yang berserakan. 

Kendati demikian, interaksi akrab para pejabat dengan warga serta aparat TNI-Polri dan relawan membawa secercah harapan di tengah duka bencana.

Gubernur NTT Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi yang mendalam atas perhatian langsung dari pemerintah pusat melalui kedatangan Wakil Presiden ke lokasi bencana. Menurutnya, sinergi yang solid antar-tingkatan pemerintah sangat krusial agar seluruh bantuan dapat tersalurkan secara cepat dan tepat sasaran.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Wakil Presiden atas perhatian serta dukungan yang diberikan kepada masyarakat Flores. Bagi kami, koordinasi yang erat sangat penting agar setiap kebutuhan masyarakat dapat segera direspons dan bantuan yang diberikan tepat sasaran,” ungkap Melki Laka Lena.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT berjanji akan mengawal secara ketat pemenuhan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, hingga penanganan psikososial bagi para pengungsi selama masa tanggap darurat berlangsung.