“Pemerintah Provinsi NTT akan terus memastikan masyarakat terdampak tidak diterlantarkan selama masa tanggap darurat. Kebutuhan dasar, pelayanan kesehatan, dukungan psikososial, hingga penanganan lanjutan harus terus kita pastikan bersama,” tegasnya.

Kunjungan ini juga menyoroti aksi gotong royong dari berbagai elemen, termasuk aksi kemanusiaan dari enam mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) yang memberikan pendampingan psikologis awal (psychological first aid) bagi anak-anak di pengungsian. 

Dedikasi anak-anak muda dan relawan tersebut mendapat apresiasi khusus dari Wapres Gibran dan Gubernur NTT. 

Melki Laka Lena menegaskan kembali bahwa kolaborasi semua pihak adalah kunci utama dalam menghadapi masa-masa sulit pascabencana.

“Kita hadir, kita bergerak bersama, dan kita pastikan masyarakat Flores tidak berjalan sendiri menghadapi masa sulit ini,” tutup Melki. (agn)