Kupang, KN – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD NTT, Yohanes De Rosari membantah keras pernyataan anggota DPRD NTT Yohanes Rumat, yang seolah menilai ada politisasi dalam kegiatan sosialisasi KUR Partai Golkar bersama Bank NTT.
Menurutnya, pernyataan Yohanes Rumat yang menyatakan Bank NTT bukan milik Gubernur, bukan milik Golkar atau Bank DPRD terlalu berlebihan. Ia meminta semua pihak untuk tidak mempolitisir kegiatan sosialisasi KUR oleh Bank NTT dan Partai Golkar.
“Narasi yang dibangun bahwa Bank NTT bukan Bank Gubernur, bukan Bank Golkar atau bukan Bank DPRD, itu saya kira terlalu berlebihan,” tegas De Rosari, Rabu, (12/8/2026).
Ia menegaskan, yang sedang dilakukan Gubernur NTT dan Partai Golkar adalah menanamkan literasi keuangan di kalangan pelaku UMKM di NTT, yang selama ini sulit mengakses modal lewat KUR.
Hal ini dilakukan, agar pelaku UMKM yang belum mendapatkan informasi terkait kredit KUR di Bank NTT, bisa mengakses KUR lewat Bank NTT.
Sosialisasi KUR juga bukan hanya dilakukan lewat Partai Golkar. Semua partai juga diundang hadir dan ikut serta mensosialisasikan KUR ke masyarakat.
“Jadi kegiatan itu bukan hanya untuk konstituen Partai Golkar. Itu terbuka untuk semua pihak termasuk parpol. Pimpinan Parpol juga diundang untuk hadir. Kebetulan Golkar hanya memfasilitasi,” kata De Rosari.
Sebagai Ketua Komisi III DPRD NTT, yang membidangi ekonomi dan keuangan, Yohanes De Rosari juga menyampaikan, serapan KUR di Bank NTT saat ini masih sangat rendah, dari plafon yang disediakan yaitu Rp350 miliar.
“Serapannya baru sekitar Rp20 miliar dari total plafon yang diberikan Kementerian UMKM Rp350 miliar. Ini yang kita mau bantu sosialisasi, supaya masyarakat bisa teredukasi bahwa ada KUR di Bank NTT dan bisa diakses asalkan punya usaha yang jelas,” ungkapnya.
Politisi asal Pulau Lembata ini meminta Hans Rumat, sebaiknya berkolaborasi bersama Bank NTT, dan memfasilitasi kegiatan sosialisasi KUR, agar konstituen di daerah bisa mendapatkan akses KUR dari Bank NTT.
“Sebaiknya Pak Hans pikir saja bagaimana konstituen di daerah bisa dapat akses keuangan dan modal untuk mengembangkan UMKM,” tegasnya.



Tinggalkan Balasan