KUPANG, KN — Penyelenggaraan Open Volleyball Tournament Zoar Cup II Tahun 2026 di Kelurahan Penkase-Oeleta tidak hanya menyajikan persaingan sengit antar-klub voli, tetapi juga mengusung misi sosial dan keagamaan. 

Turnamen yang digelar dalam rangka merayakan ulang tahun ke-28 GMIT Zoar Penkase ini dimanfaatkan sebagai wadah kebersamaan untuk menggalang dana pembangunan gedung gereja setempat.

Kegiatan yang terpusat di Lapangan Fetomone tersebut berlangsung hangat dan penuh sinergi. 

Di bawah spanduk besar berlatar gambar gereja dan bola voli yang terbentang di panggung utama, para tamu undangan—mulai dari Sekretaris Daerah Kota Kupang, Anggota DPRD Kota Kupang Christian Baitanu, Ketua Majelis Jemaat GMIT Zoar Penkase Pdt. Deciana M. Mooy-Baok, hingga Kapolsekta Alak AKP I Ketut Setiasa—tampak kompak berfoto bersama dengan mengacungkan simbol hati menggunakan jari tangan.

Ketua Panitia Zoar Cup II Tahun 2026, Nerson Baitanu, menjelaskan bahwa kejuaraan tahun ini diikuti oleh 24 tim yang terdiri dari 16 tim putra dan 8 tim putri. 

Selain diikuti klub-klub lokal Kota Kupang dan sekitarnya, beberapa pevoli dari luar wilayah Nusa Tenggara Timur juga berpartisipasi guna memperbutkan piala bergilir yang sebelumnya disabet oleh tim Bank Indonesia pada edisi 2025. 

SELURUH laga dipastikan mengacu pada standar resmi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI).

“Turnamen ini bertujuan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang olahraga, membangun sinergisitas antarumat beragama, serta memupuk karakter sportif di kalangan pemuda,” ungkap Nerson Baitanu.

Semangat gotong royong ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Kupang. 

Sekda Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, mengajak seluruh elemen masyarakat yang hadir untuk mengulurkan tangan dan berkontribusi nyata bagi penyelesaian fasilitas ibadah Jemaat GMIT Zoar Penkase.

“Bukan saja doa, tetapi apa yang bisa kita bantu, mari kita bantu untuk pembangunan gedung kebaktian ini. Di sinilah kita menunjukkan bagaimana kita menjadi abdi Allah dalam berbagai kegiatan,” tutur Jeffry mengakhiri pengarahannya. (agn)