Menurutnya, selama ini banyak produk kreatif siswa hanya berhenti di ruang praktik tanpa memiliki akses pasar.
“Sekolah tidak hanya mengurus kecerdasan akademik, tetapi juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa,” kata Ambros.
Ia menjelaskan bahwa NTT Mart akan menjadi pusat pemasaran produk kreatif siswa sekaligus laboratorium bisnis. Di tempat ini siswa dapat belajar manajemen ritel, pemasaran digital, hingga pelayanan pelanggan.
“Lulusan kita tidak hanya mencari kerja, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja baru,” pungkasnya. (*)
Halaman





Tinggalkan Balasan