“Sekarang komunitas mana yang mau bikin NTT Mart silakan. Karena NTT Mart ini harus bisa menjamur di mana saja,” jelas Melki.
Melki juga menanggapi kritik yang membandingkan NTT Mart dengan jaringan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret.
Ia menilai, perbandingan tersebut tidak tepat karena kedua ritel nasional itu telah berkembang melalui proses panjang serta memiliki jaringan distribusi yang kuat.
“Memang tidak sama, karena mereka sudah melewati proses yang panjang. Kita ini baru start. Jadi tidak sama,” katanya.
Meski demikian, ia tetap membuka ruang kritik agar pengembangan NTT Mart dapat terus disempurnakan. “NTT Mart ini bisa dikritik. Kita membuka diri, silakan kritik. Yang penting kita sudah mulai dengan niat baik untuk membantu masyarakat berproduksi,” ungkapnya.
Melki menjelaskan, NTT Mart terhubung dengan konsep One School One Product (OSOP) dan One Community One Product (OCOP) yang bertujuan memastikan produk masyarakat memiliki pasar.
Ia juga mengajak masyarakat NTT untuk lebih banyak mengonsumsi produk lokal guna mengurangi ketergantungan terhadap barang dari luar daerah.





Tinggalkan Balasan