KUPANG, KN — Setelah menanti selama 26 tahun, Kota Kupang akhirnya kembali dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Jambore Daerah (Jamda) X Gerakan Pramuka Kwarda Nusa Tenggara Timur 2026. 

Pelaksanaan Jamda X yang digelar di Bumi Perkemahan Fatubena pada 27 Juli hingga 1 Agustus 2026 ini berhasil memecahkan rekor partisipasi regu terbanyak sepanjang sejarah pelaksanaan Jamda di NTT.

Sejak tanggal 23 Juli 2026, kontingen dari 17 Kwartir Cabang (Kwarcab) kabupaten/kota mulai berdatangan dan mendirikan tenda di Buper Fatubena. 

Kontingen dari kabupaten paling barat seperti Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, hingga wilayah kepulauan seperti Alor, Rote Ndao, Sabu Raijua, Lembata, dan Flotim tiba lebih awal, disusul kontingen tuan rumah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang pada 26 Juli 2026.

Suasana di sekitar area perkemahan tampak semarak tidak hanya oleh aktivitas Pramuka, melainkan juga oleh geliat ekonomi kerakyatan. 

Di sisi luar tapak perkemahan, deretan stan UMKM lokal menjajakan aneka kuliner, jajanan pasar, hingga perlengkapan perkemahan yang diserbu para pengunjung dan pendamping kontingen.

Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian rekor serta dampak positif pelaksanaan perhelatan besar ini bagi perekonomian warga lokal.

“Ini adalah momen bersejarah setelah 26 tahun Kota Kupang tidak pernah menjadi tuan rumah Jambore Daerah. Lebih membanggakan lagi, Jamda X tahun 2026 ini mencatatkan rekor peserta terbanyak, di mana untuk tingkat Jamda diikuti hingga 9 regu dan Jamnas 6 regu dari tiap daerah,” papar Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo.

Secara khusus, Christian mengapresiasi penampilan anak binaan Pramuka yang tampil percaya diri memimpin jalannya upacara pembukaan di hadapan para pejabat daerah.

Ia kemudian memberikan perhatian khusus pada peran anak binaan yang bertugas di lapangan utama.

“Saya sangat bangga dan terharu melihat anak binaan kita, seorang adik Pramuka yang masih begitu muda, bisa berdiri tegap, lantang, dan sangat disiplin memimpin upacara sebesar ini di hadapan kita semua. Ini bukti nyata bahwa proses pembinaan mental dan kepemimpinan di Gerakan Pramuka benar-benar membentuk karakter anak-anak kita menjadi berani dan tangguh,” puji dr. Christian Widodo.