Kupang, KN– Sebanyak 249 siswa mulai mengikuti kegiatan belajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Kupang, sekolah rakyat pertama di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menerapkan sistem pendidikan berasrama untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto merupakan wujud keberpihakan negara dalam membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Hal itu disampaikannya saat memimpin apel bersama siswa SRT 1 Kabupaten Kupang di Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Senin (20/7/2026).
“Program Sekolah Rakyat bukan sekadar menghadirkan sekolah gratis, tetapi membuka jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mengubah masa depan melalui pendidikan berkualitas,” kata Melki.
Kegiatan belajar mengajar di SRT 1 telah dimulai sejak 13 Juli 2026 dengan 249 siswa, terdiri atas 22 siswa SD, 111 siswa SMP, dan 116 siswa SMA.
Menurut Melki, sekolah tersebut menjadi bukti kehadiran negara dalam memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk memperoleh pendidikan terbaik tanpa terkendala kondisi ekonomi.
Ia meminta para siswa memanfaatkan kesempatan itu dengan belajar sungguh-sungguh, sementara guru, kepala sekolah, dan wali asuh diminta memberikan pendampingan penuh kasih sayang, terutama bagi siswa SD yang baru pertama kali tinggal di asrama.
Melki juga menegaskan Pemerintah Provinsi NTT akan terus mendukung Program Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, pendidikan merupakan cara paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan dan melahirkan generasi unggul bagi NTT.
“Saya percaya setiap anak memiliki potensi besar. Dengan lingkungan belajar yang baik, guru yang mendampingi, dan kehidupan asrama yang penuh kasih, saya yakin anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi hebat yang mampu mengangkat derajat keluarga serta membawa nama baik Nusa Tenggara Timur dan Indonesia,” pungkasnya. (*/ab)




Tinggalkan Balasan