Kupang, KN — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mengutuk keras, penembakan terhadap tiga ASN, dua diantaranya orang NTT, yang gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan di Papua.

Mereka adalah Wili Mbuik asal Kabupaten Rote Ndao, dan drh. Alfonsius Albinus Mehan asal Kabupaten Sikka. Keduanya merupakan ASN di lingkup Pemkab Jayawijaya.

Melki menyampaikan duka mendalam kepada keluarga kedua korban. Ia menegaskan, tindakan kekerasan terhadap korban, tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

“Karena itu betul-betul melukai kemanusiaan kita, dan melukai kebangsaan kita, serta kebersamaan kita sebagai satu bangsa,” kata Melki, Kamis (10/9/2026).

Ia menjelaskan, kedua anak NTT, sebenarnya sedang menjalankan tugas kemanusiaan, dengan membantu masyarakat Papua mendapatkan kebutuhan pangan, yang diberikan negara.

Dengan kejadian tersebut, Melki mengutuk dan meminta aparat keamanan, segera mengejar dan menangkap serta memproses hukum pelaku penembakan, agar kasus serupa tidak terus terjadi di Papua.

“Besok jenazah akan tiba di Kupang, dan akan dijemput oleh Pemprov NTT, Pak Wagub sendiri yang akan menjemput. Saya mewakili pemerintah Provinsi NTT mengucapkan turut berdukacita yang mendalam bagi keluarga korban yang sudah gugur dalam rangka menjalankan tugas kenegaraan di Papua,” kata Melki.

Menurut Melki, siapapun itu, terutama anak-anak NTT yang sedang melaksanakan tugas kemanusiaan di Papua, harus mendapat perlindungan, dan tidak boleh diintimidasi apalagi ditembak secara kejam.

Ia berharap pengorbanan para korban menjadi pengingat bagi seluruh anak bangsa, untuk terus mendukung tugas-tugas kemanusiaan di berbagai daerah.

“Kita doakan semoga dua anak kita ini, mereka bisa diterima di sisi Tuhan, dan perjuangan mereka menjadi inspirasi bagi generasi muda NTT, amin,” pungkas Melki. (*)