KUPANG, KN — Pembukaan Jambore Daerah (Jamda) X Gerakan Pramuka Kwarda Nusa Tenggara Timur (NTT) 2026 berlangsung meriah di Bumi Perkemahan Fatubena, Kota Kupang, pada Rabu (29/7) pagi. 

Perhelatan akbar lima tahunan yang dijadwalkan berlangsung hingga 1 Agustus 2026 ini diikuti oleh sekitar 700 peserta yang berasal dari 17 Kwartir Cabang (Kwarcab) kabupaten dan kota se-NTT.

Suasana di lokasi perkemahan tampak dipenuhi semangat kepramukaan. 

Di bawah terik matahari pagi pesisir Kupang, ratusan tenda kubah berwarna kebiruan dan oranye berjejer rapi mengelilingi area lapangan utama yang berlatar belakang hamparan perbukitan batu kapur yang khas. 

Seluruh peserta, pembina pendamping, hingga para pejabat daerah tampak mengenakan seragam pramuka lengkap dengan kacu merah putih dan peci hitam berlogo pramuka.

Dalam sambutannya di podium utama, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menekankan pentingnya pembentukan karakter generasi muda melalui wadah kepramukaan di samping pembangunan fisik kota.

“Membangun sebuah kota itu bukan hanya membangun fisiknya, bukan hanya fasilitas jalan atau gedung tinggi, tetapi juga membangun manusianya. Pramuka menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter unggul, sehingga generasi muda kita tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki iman yang teguh dan karakter yang kuat,” tegas Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo.

Ia menambahkan bahwa medan perkemahan yang menantang merupakan sarana penggemblengan mental para calon pemimpin masa depan.

“Saya percaya, pelaut yang hebat lahir dari laut yang bergelombang, bukan dari laut yang tenang. Dari bumi perkemahan inilah kelak akan lahir para pengusaha muda, pengacara hebat, hingga calon wali kota dan gubernur di masa yang akan datang,” tambah Christian disambut tepuk tangan riuh para peserta.

Semangat tersebut juga dirasakan langsung oleh para peserta di lapangan. Maria (14), peserta Penggalang asal Kwarcab Ngada, mengaku sangat berkesan bisa hadir dan berbaur di Buper Fatubena.