Meski demikian, ia menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan, terutama bagi pedagang yang belum terbiasa dengan teknologi digital. Tanpa pemahaman yang memadai, efektivitas sistem dikhawatirkan belum optimal.
Ke depan, digitalisasi retribusi pasar di Ngada diharapkan tidak hanya memperkuat tata kelola keuangan daerah, tetapi juga menjadi fondasi transformasi ekonomi lokal yang lebih inklusif dan modern.
Pemerintah daerah pun dihadapkan pada tantangan memastikan kesiapan infrastruktur serta literasi digital agar manfaat sistem ini dapat dirasakan merata oleh seluruh pelaku pasar. (*/ab)
Halaman





Tinggalkan Balasan