Selain meningkatkan akurasi data penerimaan, sistem ini juga dinilai mampu menekan potensi kebocoran serta mengurangi biaya operasional, termasuk pengadaan karcis manual. Seluruh transaksi dapat dipantau secara langsung melalui dashboard yang disediakan pihak bank.

Kepala Bank NTT Cabang Bajawa, Devideris D. Harri Seso, menyebut sistem ini mempercepat proses penagihan sekaligus memastikan integrasi data antara petugas lapangan dan pemerintah daerah.

“Begitu transaksi dilakukan, datanya langsung masuk dan bisa dipantau. Ini membuat proses lebih efisien dan transparan,” katanya.

Untuk mendukung implementasi, Bank NTT juga menyiapkan perangkat berupa ponsel pintar dan printer bluetooth bagi petugas untuk mencetak bukti pembayaran di lokasi.

Di sisi lain, respons pedagang terbilang positif. Salah satu pedagang di Pasar Aimere, Kristina Irene Anu, menilai sistem digital memberikan kepastian dalam pembayaran retribusi.

“Dengan sistem ini, kami bisa langsung tahu berapa yang harus dibayar. Lebih jelas dan terbuka,” ujarnya.