Apakah murid SMK Negeri Bukapiting, Kabupaten Alor, ketika memproduksi abon ikan tuna sebagai produk unggulan sekolah seperti orang yang bermain sulap ? Bim sala bim, muncul abon ikan ? 

Tentu tidak. Proses itu melalui rangkaian aktivitas pembelajaran mulai dari mengingat (C1) kembali informasi tentang ikan tuna, seperti jenis, tekstur, dan rasa; memahami (C2) konsep pembuatan abon ikan tuna, seperti proses pengolahan, bahan-bahan, dan peralatan yang digunakan; mengaplikasikan (C3) konsep pembuatan abon ikan tuna pada situasi nyata; menganalisis (C4) proses pembuatan abon ikan tuna untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan; mengevaluasi (C5) hasil pembuatan abon ikan tuna berdasarkan kriteria tertentu, seperti rasa, tekstur, dan penampilan; dan menciptakan (C6) inovasi baru pada pembuatan abon ikan tuna, seperti menambahkan bahan-bahan baru atau menciptakan rasa baru.

Proses pembuatan abon ikan tuna juga mengintegrasikan lintas disiplin ilmu seperti Biologi, untuk memahami struktur dan sifat ikan tuna, serta proses pengolahan yang tepat untuk menjaga kualitasnya; Kimia, untuk memahami reaksi kimia yang terjadi selama proses pengolahan, seperti reaksi Maillard yang mempengaruhi rasa dan warna abon ikan tuna; Fisika, untuk memahami proses pengolahan yang melibatkan perubahan fisik, seperti penggorengan dan penghalusan; Teknologi Pangan, untuk memahami proses pengolahan yang tepat untuk menjaga kualitas dan keamanan abon ikan tuna; Pertanian, untuk memahami budidaya ikan tuna dan pengelolaan sumber daya laut; Ekonomi, untuk memahami aspek ekonomi dari produksi dan pemasaran abon ikan tuna; Sosiologi, untuk memahami kebutuhan dan preferensi konsumen terhadap abon ikan tuna; Matematika, untuk memahami perhitungan biaya produksi, harga jual, dan analisis keuntungan.