KUPANG, KN – Eksistensi paguyuban etnis di tingkat daerah kini didorong untuk bertransformasi menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan program jaring pengaman sosial dan pembangunan kemasyarakatan.
Hal tersebut mengemuka saat Wali Kota Kupang meresmikan kepengurusan baru Kerukunan Keluarga Madura Flobamora (KKMF) Kota Kupang untuk masa bakti lima tahun ke depan.
Di bawah kepemimpinan ketua terpilih, Sahri, organisasi ini memantapkan komitmennya untuk berkontribusi nyata dalam roda pembangunan daerah.
Apresiasi tinggi diberikan oleh Pemerintah Kota Kupang terhadap kemandirian dan tata kelola internal KKMF.
Wali Kota Kupang secara khusus memuji sistem gotong royong dan kemandirian finansial yang ditunjukkan oleh seluruh anggota paguyuban dalam menggelar acara pelantikan ini.
Berdasarkan laporan panitia, pendanaan kegiatan tersebut murni bersumber dari hasil iuran sukarela dan partisipasi kolektif swadaya anggota, tanpa bergantung pada bantuan eksternal.
Pola pergerakan mandiri ini dinilai menjadi potret konkret dari konsep kolaborasi akar rumput yang ada di Kota Kupang.
“Orang bisa berbicara tentang kolaborasi, tetapi keluarga besar Madura membuktikannya. Gotong royong seperti inilah yang menjadi kekuatan dalam membangun Kota Kupang,” puji Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo.
Guna memperluas daya jangkau dan efektivitas gerakan organisasi ke depan, kepala daerah mendorong agar badan pengurus KKMF yang baru dilantik segera merapikan dan memperkuat aspek legalitas formal kelembagaan mereka di mata hukum.
Dengan mengantongi administrasi hukum yang valid dan terdaftar resmi, KKMF dipastikan akan memiliki ruang gerak yang lebih luas untuk menjalin kemitraan taktis dengan berbagai instansi vertikal pemerintah dalam mengeksekusi program-program pemberdayaan ekonomi maupun sosial.
Merespons arahan tersebut, Ketua KKMF Kota Kupang Periode 2026–2031, Sahri, menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk mengemban amanah dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang tinggi.







Tinggalkan Balasan