KUPANG, KN — Suasana khidmat dan penuh rasa syukur menyelimuti Biara Benediktin Kupang saat menggelar perayaan ekaristi kudus dalam rangka memperingati pesta perak 25 tahun kehidupan monastik suster-suster OSB. 

Misa syukur yang dipimpin langsung oleh Bapak Uskup Agung Kupang ini menjadi momentum bersejarah karena sekaligus menandai kunjungan perdana kepemimpinan beliau ke biara kontemplatif pertama di wilayah Keuskupan Agung Kupang tersebut. 

Dalam perayaan ini, kehadiran para tokoh agama, jajaran pemerintah daerah, serta para donatur dari berbagai wilayah turut menegaskan kuatnya sinergi antara kehidupan membiara dan pelayanan masyarakat.

Apresiasi terhadap Dukungan Pemerintah dan Perjalanan Iman OSB

Dalam sambutannya selaku perwakilan dari para suster yang berbahagia, Sr. Maria Scolastica Nuwa OSB, yang didampingi oleh Sr. Maria Grazia Wona OSB, menyampaikan untaian terima kasih yang mendalam atas bimbingan Tuhan yang senantiasa menuntun langkah panggilan mereka hingga mencapai usia perak. 

Dirinya secara khusus memberikan penghormatan kepada mendiang Uskup Petrus Turang yang di masa hidupnya telah menerima kehadiran komunitas OSB dengan penuh ketulusan, serta mengapresiasi kehadiran Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo serta seluruh aparat pemerintah yang menyempatkan diri hadir di tengah kesibukan mereka.

“Kami berdua yang berbahagia hari ini ingin mengucapkan rasa terima kasih kami yang mendalam, pertama dan utama kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memanggil dan membimbing kami. Mari kita saling mendukung menjalani panggilan kita sampai pada garis akhir,” ujar Sr. Maria Scolastica Nuwa OSB dalam pidato sambutannya yang penuh haru.

Dinamika Kepanitiaan Spontan dan Solidaritas Lintas Daerah

Sebagai sebuah biara kontemplatif, komunitas Benediktin pada dasarnya tidak memiliki struktur kepanitiaan formal seperti paroki atau kuasi pada umumnya. 

Namun, pelaksanaan pesta perak ini dapat berjalan dengan sukses berkat inisiatif spontan dari umat dan pastor moderator, Romo Eri, yang mempercayakan koordinasi acara kepada kepanitiaan lokal.