Di NTT, kami dorong hilirisasi tanaman obat lokal. Kami ajak apoteker muda untuk tidak hanya membuka apotek, tapi juga menjadi penggerak di komunitas, untuk terlibat dalam pemberdayaan masyarakat. Jangan hanya jadi dispenser technician jadilah pelayan masyarakat. Buka praktik pelayanan kefarmasian yang terintegrasi, berbasis komunitas, dan solutif.
Dampak bukan soal besar kecil proyek, tapi seberapa nyata hidup orang berubah karena kehadiran kita. Dampak adalah ketika kehadiran kita memberi harapan. Ketika profesi kita menghadirkan rasa aman, rasa layak, dan rasa dimanusiakan.
5. Refleksi 30 Tahun: Pilar-pilar untuk Masa Depan
Tiga dekade perjalanan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma bukan hanya tentang berapa lama institusi ini berdiri. Ia adalah perjalanan membentuk karakter, memperkuat nilai, dan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berani peduli. (*)



Tinggalkan Balasan