Kini sebagai Gubernur NTT, semangat sinergi itu saya bawa ke lapangan. Kami tidak melihat pembangunan kesehatan secara sempit. Kami tidak melihat kesehatan sebagai entitas terpisah. Kami bangun rumah sakit pratama dengan memastikan ada akses listrik, air bersih, dan konektivitas jalan. Kami perkuat gizi keluarga sambil memberdayakan kelompok tani, UMKM pangan lokal, dan sekolah-sekolah. Kami bentuk kebijakan kesehatan yang terhubung dengan ekonomi lokal, pendidikan komunitas, dan pembangunan infrastruktur dasar.
Karena dalam realitas masyarakat, semua sektor itu saling berkait. Maka kebijakan pun tidak boleh berjalan sendiri-sendiri.
Bagi saya, sinergi bukan sekadar duduk bersama dalam forum. Sinergi adalah spirit. Spirit untuk saling mendengarkan. Spirit untuk saling mendukung: mendengar lintas batas profesi, memahami keterbatasan sektor lain, dan membangun ruang temu yang menyatukan visi pelayanan. Dan yang paling penting, spirit untuk menyadari bahwa peran kita-sekecil apapun-adalah bagian penting dari sesuatu yang lebih besar: pelayanan untuk sesama dan kemajuan bangsa.



Tinggalkan Balasan