Saat membaur bersama masyarakat sederhana, Melki lebih memilih mendengarkan keluhan dan curahan hati mereka. Mereka menangis bersama anak-anak korban bencana. Di tengah kegiatannya, Melki menghibur mereka dengan menyanyi bersama.

Soal nyanyian ini Melki mempunyai pilihan lagu yang menarik perhatian saya. Awalnya saya sempat tidak percaya saat Melki berkisah bahwa dirinya akrab dengan Musisi Franky Sahilatua dan bersama membuat syair untuk lagu “Aku Papua”. Cerita senior Valens Daki So’o kemudian membuat saya semakin yakin. Saya kemudian pernah secara tidak sengaja mendengarkan Melki menyanyikan lagu “Aku Papua” di Labuan Bajo, dengan penghayatan yang menurut saya sangat bagus.

Selama masa kampanye ini, saya seringkali menonton dan mendengar melalui media sosial Melki menyanyikan lagu “Karena Cinta” (dipopulerkan oleh Joy Tobing) dan “Hadapi dengan Senyuman” (Dewa). Dua lagu ini kental dengan suasana stoikisme: kita hanya akan bisa mengubah apa yang bisa kita ubah, dan menerima dengan bijak apa yang terjadi tanpa kendali kita.

Riwayat biografis Melki Laka Lena memperlihatkan seorang pribadi yang telah makan garam dalam politik. Melki memulai karir politik dari bawah, dari usia yang sangat belia. Melki telah menyelesaikan semua jatah gagalnya dan saat ini—dengan bantuan Tuhan, leluhur dan masyarakat NTT—Melki bisa menjadi gubernur, dengan segala hal yang telah, sedang dan akan dilakukannya untuk daerah yang sangat dicintainya ini.

Bagi Melki, semua perjalanan politik yang dilalui menempatkannya sebagai “Alat di Tangan Tuhan”. Sesuatu yang kemudian membuat kita ingat bahwa stoikisme juga bisa berwajah sangat kristiani. Jika kita adalah alatnya Tuhan, maka kita siap ke manapun diutus.

Melki mungkin tidak pernah tahu filsafat Stoa, tetapi saya memberanikan diri untuk menyatakan: hidup dan karya politik Melki sangat stoikal, tepatnya: jiwa stoik seorang aktivis kristiani.

“Tukang Lobi itu Bernama Melki Laka Lena”

Beberapa orang dengan keras menyerang pasangan Melki-Johni karena terlalu mengandalkan pusat. Itu kritik dan vitamin yang baik adanya. Saya melihat dari sisi lain: konsistensi Melki untuk membantu NTT. Melki-Johni mengidentifikasi masalah utama NTT: sempitnya ruang fiskal. Dan obat yang mujarab adalah: lobi kepada pusat-pusat sumber keuangan di pusat.