Beberapa kali kami bertemu di studio televisi tempat saya bekerja. Melki hadir sebagai narasumber tentang apa yang dilakukan pemerintah dan wakil rakyat selama pandemi. Biasanya setelah acara usai, Melki meminta saya untuk memberikan satu dua masukan serta kritik untuk mempercepat penyelesaian masalah. Minimal, katanya, dari pandangan para wartawan yang biasanya mengetahui lebih banyak hal secara umum.

Saya tidak segan-segan melontarkan kritikan untuk Melki, untuk komisi yang dipimpinnya, untuk DPR-RI pada umumnya dan untuk pemerintah agar Melki melanjutkannya ke pihak terkait. Melki menerima itu dengan satu sikap terbuka yang menurut saya sesuai dengan karakternya yang apa adanya. Hal itu juga yang saya temukan saat Melki berjibaku dalam pencalonan dirinya sebagai gubernur NTT.

Seperti kepada banyak seniores, saya selalu menitipkan pesan kepada Melki untuk selalu menjaga kesehatan di tengah padatnya kegiatan. Vitamin harus selalu ada di kantong baju dan dibawa kemana-mana! Ya, Vitamin!

“Jiwa Stoik Sang Aktivis”