Lewoleba, KN – Masyarakat Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), tampak aktif dan antusias untuk terlibat dalam tiap tahapan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Atadei 10 MW demi terwujudnya energi hijau dan ramah lingkungan di kabupaten itu. Nantinya Lembata akan menjadi pulau pertama dengan 100 persen penggunaan energi hijau di Indonesia.
Antusiasme para tua adat, tokoh pemuda, tokoh agama, pemilik lahan, sampai masyarakat sekitar wilayah kerja panas bumi (WKP) itu terdokumentasi dalam setiap tahapan yang digelar PT PLN (Persero). Mulai dari tahap ekspose, studi banding, seminar budaya dan sosialisasi pembangunan PLTP Atadei dan tahapan pembebasan lahan. Warga menyambutnya dengan dialog dan dukungan terhadap upaya pemberdayaan kekayaan energi baru terbarukan (EBT) panas bumi atau geothermal di Kabupaten Lembata.
Banyak dari warga sekitar lokasi pembangunan sudah teredukasi mengenai pentingnya pengelolaan dan pemberdayaan panas bumi dan menunggu terwujudnya PLTP Atadei demi kelancaran dan kemajuan pergerakan perekonomian daerah. Beberapa dari mereka tak lagi terusik dengan sentimen maupun informasi-informasi keliru terkait rencana infrastruktur kelistrikan ini.



Tinggalkan Balasan