“Jadi misalkan ada kejadian apapun, mahasiswa harus turut serta bersama masyarakat. Seperti masalah sosial, kekeringan dan masalah lainnya,” jelasnya.

“Mudah-mudahan apa yang disampaikan diterima oleh mereka, supaya bisa menimbulkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Karena kita tidak tahu, bisa saja kedepan ini ada konflik sosial. Sehingga para mahasiswa ini harus dibekali dengan materi yang baik,” tandasnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerohanian Darmanto F. Kisse mengatakan, PKKMB menjadi ajang penyadaran akan pentingnya pemahaman tentang globalisasi dan revolusi industri 4.0 dan society 5.0 yang menuntut mahasiswa untuk menjadi orang-orang yang menghayati dan memiliki literasi data, literasi teknologi, dan literasi kemanusiaan serta kesiapan untuk penguasaan kompetensi yang diperlukan di abad 21.

“PKKMB menjadi ajang penyadaran akan pentingnya pemahaman tentang globalisasi dan revolusi industri 4.0 dan society 5.0 yang menuntut mahasiswa untuk menjadi orang-orang yang menghayati dan memiliki literasi data, literasi teknologi, dan literasi kemanusiaan serta kesiapan untuk penguasaan kompetensi yang diperlukan di abad 21,” terangnya.