Kupang, KN – Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT, Dr. Semuel Haning SH.,MH.,CMe.CPArb menegaskan, satu-satunya kampus di Indonesia yang punya program Jamkesmawa hanya UPG 1945 NTT.

Program Jamkesmawa merupakan program jaminan kesehatan dan wafat mahasiswa yang digagas oleh Ketua BPH UPG 1945 NTT, untuk membantu dan menolong mahasiswa yang sakit dan meninggal dunia.

Hal ini disampaikan oleh Dr. Semuel Haning SH.,MH.,CMe.CPArb saat kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UPG 1945 NTT di Aula El Tari Kupang, Sabtu (10/8/2024) pagi. 

“UPG ini memiliki kelebihan yang tidak dimiliki universitas negeri maupun swasta di NTT, karena disini disiapkan juga jaminan kesehatan untuk mahasiswa. di kampus lain tidak ada,” kata Dr. Semuel Haning.

Dia menegaskan, UPG 1945 NTT tidak saja bertanggung jawab di bidang pendidikan, tetapi semuanya dijamin, termasuk kesehatan mahasiswa.

“Contoh ada beberapa mahasiswa yang sakit, bahkan ada yang meninggal kami selalu bantu, dan semua biaya ditanggung pihak kampus,” ungkapnya.

Program jaminan kesehatan ini, menurut Haning, telah ada sejak masa jabatannya sebagai rektor dan terus berlanjut hingga kini.

“Program itu dibawa hingga sekarang. Karena saya tidak akan main-main kalau mahasiswa sedang dalam keadaan sakit,” tegasnya.

Karena itu, lanjutnya, para mahasiswa baru telah membuat pilihan yang tepat dengan memilih UPG 1945 NTT sebagai lembaga tempat mereka menimbah ilmu.

“Kalian tidak salah memilih UPG 1945. Kamu memilih universitas yang tepat,” pungkas Dr. Semuel Haning.

Sementara itu, Kabidkum Polda NTT Kombes Pol. Taufik Irpan Awaluddin, SH, MH yang hadir sebagai pemateri mengatakan, PKKMB merupakan salah satu kegiatan yang sangat bagus untuk semua mahasiswa di NTT, khususnya bagi mahasiswa baru UPG 1945 NTT.

Ia berharap agar para mahasiswa baru UPG 1945 NTT memiliki rasa kebangsaan terhadap bangsa dan negara ini.

Taufik Irpan mengingatkan agar mahasiswa juga harus terlibat aktif menangani masalah-masalah yang ada, termasuk konflik atau masalah sosial di tengah masyarakat.