“Jadi misalkan ada kejadian apapun, mahasiswa harus turut serta bersama masyarakat. Seperti masalah sosial, kekeringan dan masalah lainnya,” jelasnya.

“Mudah-mudahan apa yang disampaikan diterima oleh mereka, supaya bisa menimbulkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Karena kita tidak tahu, bisa saja kedepan ini ada konflik sosial. Sehingga para mahasiswa ini harus dibekali dengan materi yang baik,” tandasnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerohanian Darmanto F. Kisse mengatakan, PKKMB menjadi ajang penyadaran akan pentingnya pemahaman tentang globalisasi dan revolusi industri 4.0 dan society 5.0 yang menuntut mahasiswa untuk menjadi orang-orang yang menghayati dan memiliki literasi data, literasi teknologi, dan literasi kemanusiaan serta kesiapan untuk penguasaan kompetensi yang diperlukan di abad 21.

“PKKMB menjadi ajang penyadaran akan pentingnya pemahaman tentang globalisasi dan revolusi industri 4.0 dan society 5.0 yang menuntut mahasiswa untuk menjadi orang-orang yang menghayati dan memiliki literasi data, literasi teknologi, dan literasi kemanusiaan serta kesiapan untuk penguasaan kompetensi yang diperlukan di abad 21,” terangnya.

Ia menyampaikan, PKKMB juga diharapkan dapat menjadi penyadaran akan adanya hal-hal yang dapat menghambat studi mahasiswa baru. Mahasiswa baru melalui kegiatan ini memiliki pengetahuan dan wawasan untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkebhinnekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

“Tujuan umum PKKMB tahun 2024 adalah untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru agar dapat lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus dan sistem pendidikan di perguruan tinggi,” pungkasnya.

Untuk diketahui, tahun ini UPG 1945 NTT menerima 1345 mahasiswa baru. (*)