“Itulah mengapa, tanggung jawab seorang pemimpin politik itu berbeda dengan tanggungjawab pemimpin biasa dalam lembaga lainnya. Atau pemimpin dalam jabatan eselonering birokrasi. Pemimpin politik itu tanggungjawabnya besar dan luas. Karena bukan hanya tanggungjawab teknis formalistik birokratis semata, tapi yang paling mahal adalah tanggungjawab moral dan etis kepada rakyat banyak. Tanggungjwab pada kepentingan publik. Ini jenis tanggungjawab yang levelnya paling tinggi. Meski berat dan menantang. Tapi itulah yang membuat seorang pemimpin politik itu menjadi special dan unik. Ia terkadang harus mengorbankan ego pribadinya, nama baiknya dan kepentingan kelompoknya demi mengutamakan kepentingan publik. Mengutamakan sesuatu yang berdampak secara luas bagi public,” jelasnya.
Ia menguraikan, menjadi pemimpin politik itu memang special. Karena ia berbeda dari pemimpin biasa. Lewat kebijakannya, ia bisa mengubah sejarah.
“Membuat dirinya akan selalu dikenang. Dengan meninggalkan legacy tertentu, nama baik dan kemuliaan namanya sebagai seorang leader akan bisa menjadi abadi. Lewat terobosan dan kebijakannya ia bisa dipandang secara berbeda. Dengan kata lain, Pemimpin politik itu tidak hanya memikirkan aturan, prosedur birokrasi atau asas proseduralitas dan kerja formalitas manajemen pemerintahan semata. Tetapi harus melampaui itu. Yaitu melampaui yang sekedar prosedural birokratis demi menciptakan keadilan sosial. Karena tujuan Politik dan Kekuasaan itu hanya satu, yaitu untuk mengadministrasi keadilan sosial. Menciptakan bonum commune,” ujarnya.



Tinggalkan Balasan