Ketua Panitia Pelaksana Pra PON II Cabor Tinju David Selan menyatakan, komunikasi dengan KONI NTT terus dilakukan bukan sekali, tapi sudah berkali-kali. Namun belum ada respons baik dari KONI NTT.

Menurut dia, pihaknya terus menelusuri perkembangan keuangan di KONI NTT, di mana Ketua KONI NTT sebelumnya menyatakan pihaknya hanya mendapat dana Rp2 Miliar.

Namun keterangan berbeda disampaikan oleh pemerintah Provinsi NTT, yang menyatakan ada dana Rp5 Miliar yang dikucurkan untuk KONI NTT.

Mirisnya, pada pembahasan anggaran 2023, KONI NTT juga tidak mengusulkan anggaran untuk penyelenggaraan Pra PON II Cabor Tinju di Kota Kupang.

Sehingga Pertina NTT juga mencium adanya penyalahgunaan anggaran oleh pengurus KONI NTT.

Meskipun kegiatan Pra PON terus dilaksanakan, Ketua Panitia Pelaksana Pra PON Cabor Tinju meminta agar KONI NTT harus bertanggung jawab atas kekurangan anggaran ini.

“KONI harus bertanggung jawab atas kekurangan anggaran ini,” pungkasnya. (*)