Ia menyebut, kisruh tidak adanya dana Pra PON II Cabor Tinju yang terjadi saat ini disebabkan oleh kesalahan yang dilakukan oleh KONI NTT.

“Kesalahan di KONI yang tidak pernah menganggarkan dana untuk pelaksanaan Pra PON II Cabor Tinju,” tegasnya.

Karena itu, Semuel Haning bersama pengurus Pertina NTT menuntut agar Ketua KONI NTT Josef Nae Soi segera mengundurkan diri dari jabatannya.

“Jadi setia dalam perkara kecil, baru urus perkara besar. KONI ini perkara kecil. Sebelum naik, dia teriak-teriak. Tapi setelah naik kami diterlantarkan,” ungkapnya.

Semuel Haning yang juga adalah Ketua Bidang SDM KONI NTT ini menyatakan, sepanjang sejarah Pertina NTT telah berhasil meloloskan 12 petinju untuk PON 2024. Namun kontribusi KONI terhadap atlet tinju NTT sama sekali tidak ada.

Meski demikian, ia menegaskan pihaknya tetap melaksanakan Pra PON II Cabor Tinju sampai selesai demi prestasi olahraga dan menjaga nama baik NTT.

“Setelah habis ini, kita akan berurusan (dengan KONI) di Pengadilan di situ ramai. Setelah ini kita akan bertemu di Pengadilan,” tegas Semuel Haning.