Kepala BBKSDA NTT Arif Mahmud mengatakan, telur yang dijumpai anggota kelompok ini, dibawa ke demplot penetasan. Setelah 40-60 hari, telur-telur tersebut menetas dan siap dilepasliarkan.
“Pada 2023 terdapat 82 sarang penyu yang diselamatkan dengan total 8.661 telur, yang menetas 4.451 tukik. Sebaanyak 2.812 tukik telah dilepasliarkan, 761 tukik mati dan masih ada 878 tukik di demplot,” ujarnya. Dari jumlah 878 tukik tersebut, sebanyak 555 ekor dilepasliarkan.
“Alhamdulillah, kami membantu untuk menyiapkan tempat ini, memfasilitasi, membimbing masyarakat untuk bersama-sama melakukan upaya konservasi, dan kami sudah beberapa kali melakukan pelepasliaran,” ujarnya. (*/kn)
Halaman





Tinggalkan Balasan