“Mereka benar-benar melakukan praktek bekerja dan berdoa. Penelitian kami ini mix methode. Kami coba analisa statistik dan signifikan. Artinya, memperkuat teori bahwa kepemimpinan yang diterapkan adalah kepemimpinan transformatif namun yang kami temukan di lapangan adalah kepemimpinan paternalistik,” tegasnya. Lagipula, ketika ditanya megenai big data, karyawan disana menyampaikan, kini mereka tidak butuh dokumen-dokumen tebal, melainkan hanya sebuah komputer dan kemudian seluruh data dilaporkan melalui internet. “Dan kini, seluruh karyawan disana gajinya sudah ditransfer melalui M-Banking Bank NTT. Ini satu kemajuan,” ungkap Frans Gana lagi.

Saat itu, Komisaris Utama, Juvenile Jodjana juga hdir dan memberi materi masih terkait thema. Yakni era digitalisasi. Dan diakui, digitaisasi sudah merubah segalanya, termasuk transaksi dalam bisnis. Dia adalah pelaku bisnis penerbangan dan juga perhotelan dan aneka bisnis lainnya usai menamatkan pendidikannya di Amerika.
Masih menurut Frans Gana. bisnis tidak hanya berheti di pola-pola manual melainkan sudah masuk ke tahapan digital. Di bank NTT khususnya ditemukan ada tiga model. Yakni konvensional. Baik operasional, penunjang, pengawasan dan sebagainya. Sementara pola kedua, adalah inovasi digitalisasi.