Ketika mereka mewawancarai beliau, dikatakan bahwa walau dalam beberapa tahun terakhir pendapatan perusahaan cenderung menurun, namun mereka yang bekerja di perusahaan sudah dianggapnya sebagai anak sendiri sehingga tidak mungkin di-PHK. Pekerjanya diberi keleluasaan utuk bertani di kebunnya, menanam aneka sayur dan palawija yang kemudian dijual untuk hidup.

“Ketika kami konfirmasi dengan karyawan, manajer disana, mereka katakan bahwa mereka menganggap Pak Hengky sebagai orang tua mereka sendiri sehingga ini terkonfirmasi. Kami bilang bahwa yang menentukan keberlangsungan perusahaan adalah dengan menggunakan pola kepemimpnan kebapakan. Paternalistik leadership,” ujar Frans sembari menambahkan bagi Hengky Lianto, perusahaan adalah pemberian Tuhan sehingga sudah sepatutnya dia memperlakukan karyawannya sebagai anak. Apalagi, di setiap pohon disana, dengan mudahnya ditemukan ada ayat Alkitab yang ditempelkan pada batangnya. Setiap pukul 06.00 pagi, seluruh karyawan berkumpul untuk bersekutu dan membaca Alkitab.