Hal berikutnya adalah ada faktor determinan yang menjamin kelangsungan bisnis. Dan mereka melihat berdasarkan pengamatan, wawancara mendalam, diskusi terfokus bahwa paling tidak menurut penelitian mereka ada tiga faktor. Dia menyebut pertama, corporate social responsibility (CSR).
CSR secara teoritis, supaya perusahaan itu bisa berlangsung maka harus disisihkan pendapatannya sebagai tanggungjawab sosial. Dan ini sudah masuk dalam strategi perusahaan bahwa ketika untung baru menyisihkan penghasilannya untuk aksi sosial. Tapi ada pandangan berikut bahwa tidak perlu perusahaan mendapatkan untung lebih dahulu.
“Yang kami temukan adalah, bahwa ketika perusahaan ini dibangun oleh Hengky Lianto di Sumba, dia tidak perlu untung dahulu, namun sudah melakukan tanggungjawab sosial. Dia bangun gereja, sekolah, lalu dia juga menyediakan angkutan untuk anak sekolah yaang berada di lokasi. Dan saat ini penduduk yang bermukim di sekitar perkebunan, jumlahnya seribuan. Perusahaan ini bisa bertahan hingga 26 tahun. Yang kedua, itu ada pola lagi yang kami lihat bahwa Pak Hengky sebagai pimpinan dia menjalankan pola paternalistik leadership. Jadi kepemimpinan kebapakan,” tegas Frans serius.



Tinggalkan Balasan