Melki Laka Lena menyebut, jika orang tua lalai dalam pemenuhan gizi anak pada 1000 hari pertama kehidupan yaitu sejak dalam kandungan, maka bayi tersebut akan mengalami kekurangan gizi dan berpotensi mengalami stunting. Stanting itu adalah gagal tumbuh pada anak karena gurang asupan gizi.

Ia mengatakan, Presiden RI Joko Widodo mengeluarkan aturan bahwa dalam konteks program percepatan penurunan stunting di Indonesia yang menjadi pimpinan dalam semua gerrakan percepatan penunurunan stunting adalah BKKBN.

Melki Laka Lena mengatakan, 1000 hari pertama yang paling utama adalah ketika hamil harus ada gizi maksimal yang dikonsumsi agar makanan itu bisa tersalurkan dengan baik ke janin melalui plasenta. “Setelah anak sudah lahir, juga harus terus diberikan asupan gizi yang maksimal melalui ibunya dan juga ibunya harus rutin membawa anak ke Posyandu. Saat ini kami sudah mengalokasikan alat Antoroprometri seluruh Indonesia dengan nilai sebesar Rp 2 triliun,” sebut Melki Laka Lena.

Lebih lanjut Melki Laka Lena mengatakan, gizi harus diberikan kepada ibu-ibu yang sedang mengandung dan menyusui. “Mulai dari makan harus didahulukan, ubah pola makan dalam rumah karena ibu hamil dan menyusui mereka urus nyawa lebih dari satu,” katanya.