“Kami berharap kedua lembaga ini dapat menciptakan SDM di Timor Barat dan Timor Timur yang mampu bersaing dengan lulusan dari perguruan tinggi lain di NTT,” tambahnya.

Ketua BPH PB PGRI atau Yayasan UPG NTT, Dr. Samuel Haning, SH, MH, CMe, dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih atas kedatangan rombongan UNPAZ dan menggambarkan sejarah singkat berdirinya UPG 1945 NTT.

UPG 1945 NTT lahir berdasarkan pertimbangan tiga faktor, yaitu filosofis, sosiologis, dan iuridis. Oleh karena itu, pada tanggal 31 Mei 2017, menjadi tanggal bersejarah lahirnya UPG 1945 NTT.

“UPG masih tergolong muda, baru berusia tujuh tahun. Semua ini terjadi karena campur tangan Tuhan. Itulah yang perlu kita akui,” ungkap Samuel Haning.

Ketua Yayasan UPG juga menekankan pentingnya kerjasama untuk kepentingan bersama dalam membangun SDM di Pulau Timor, baik itu Timor Barat maupun Timor Timur.

“Kami ingin menciptakan hubungan yang baik dalam hal sosial dan budaya melalui pendidikan di kedua lembaga ini. Kita ingin tetap bersaudara sebagai satu kesatuan di Timor dan NTT,” pungkasnya. (*)