“Mari kita bekerja sama untuk pengembangan SDM di Pulau Timor, dan kedua lembaga ini tetap lestari. Kita harus bersama bergandengan tangan, karena jika kita berjalan sendiri, kita tidak dapat meningkatkan kualitas SDM di Pulau Timor, meskipun kita dipisahkan oleh batas wilayah Negara,” harap Rektor UPG NTT.
Pada kesempatan yang sama, Rektor UNPAZ Dr. Armando Soares Amaral, Lic. Eco., MM mengaku sepakat, bahwa membangun SDM di Pulau Timor sangat penting.
Selama 19 tahun terakhir, UNPAZ telah melewati dinamika yang penuh tantangan dan berusaha untuk memulihkan kembali perguruan tinggi tersebut.
“Kita memiliki kesamaan dalam menghadapi persoalan. Ada dinamika yang terjadi selama 19 tahun di UNPAZ dan 6 tahun di UPG. Namun, UPG 1945 NTT memiliki keunikan karena meskipun menghadapi masalah, ada kepedulian dari pemerintah setelah mengalami dinamika tersebut. UPG menerima subsidi dari pemerintah, sedangkan UNPAZ tetap mandiri hingga saat ini,” ungkapnya.
Saat ini jumlah tenaga pengajar di UNPAZ terdiri dari 400 dosen, dan jumlah mahasiswa sekitar 14.000. Dengan kerja sama yang terjalin antara kedua universitas, ia berharap SDM di Timor Barat dan Timor Timur dapat bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lainnya di NTT.





Tinggalkan Balasan