Kupang, KN – Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 Nusa Tenggara Timur (NTT) menjalin kerja sama dengan Universidade Da Paz (Unpaz) Timor Leste.
Kerja sama di bidang pengembangan sumber daya manusia ini, ditandai dengan penandatanganan MoU yang dilaksanakan di Restoran Pantai Timor, Kamis 6 Juli 2023.
Rektor UPG 1945 NTT Dr. David Selan mengatakan, kedua lembaga perguruan tinggi tersebut memiliki kesamaan dalam menghadapi tantangan selama masa reformasi.
Menurutnya, UNPAZ telah berusaha selama 19 tahun untuk menghidupkan kembali universitasnya yang penuh dengan tantangan.
“Begitu pula dengan UPG NTT yang 6 tahun lalu menghadapi tantangan tersendiri dan berhasil bangkit kembali. Saat ini, universitas kami memiliki 150 tenaga pengajar dan 1.500 mahasiswa,” ujar David Selan.
Ia menyebut, kerja sama yang dibangun bertujuan untuk membangun SDM pada kedua perguruan tinggi.
Di samping itu, untuk mewujudkan tujuan implementasi seperti studi banding, pertukaran dosen dan mahasiswa, seminar internasional, dan kegiatan terkait dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Mari kita bekerja sama untuk pengembangan SDM di Pulau Timor, dan kedua lembaga ini tetap lestari. Kita harus bersama bergandengan tangan, karena jika kita berjalan sendiri, kita tidak dapat meningkatkan kualitas SDM di Pulau Timor, meskipun kita dipisahkan oleh batas wilayah Negara,” harap Rektor UPG NTT.
Pada kesempatan yang sama, Rektor UNPAZ Dr. Armando Soares Amaral, Lic. Eco., MM mengaku sepakat, bahwa membangun SDM di Pulau Timor sangat penting.
Selama 19 tahun terakhir, UNPAZ telah melewati dinamika yang penuh tantangan dan berusaha untuk memulihkan kembali perguruan tinggi tersebut.
“Kita memiliki kesamaan dalam menghadapi persoalan. Ada dinamika yang terjadi selama 19 tahun di UNPAZ dan 6 tahun di UPG. Namun, UPG 1945 NTT memiliki keunikan karena meskipun menghadapi masalah, ada kepedulian dari pemerintah setelah mengalami dinamika tersebut. UPG menerima subsidi dari pemerintah, sedangkan UNPAZ tetap mandiri hingga saat ini,” ungkapnya.
Saat ini jumlah tenaga pengajar di UNPAZ terdiri dari 400 dosen, dan jumlah mahasiswa sekitar 14.000. Dengan kerja sama yang terjalin antara kedua universitas, ia berharap SDM di Timor Barat dan Timor Timur dapat bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lainnya di NTT.
“Kami berharap kedua lembaga ini dapat menciptakan SDM di Timor Barat dan Timor Timur yang mampu bersaing dengan lulusan dari perguruan tinggi lain di NTT,” tambahnya.
Ketua BPH PB PGRI atau Yayasan UPG NTT, Dr. Samuel Haning, SH, MH, CMe, dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih atas kedatangan rombongan UNPAZ dan menggambarkan sejarah singkat berdirinya UPG 1945 NTT.
UPG 1945 NTT lahir berdasarkan pertimbangan tiga faktor, yaitu filosofis, sosiologis, dan iuridis. Oleh karena itu, pada tanggal 31 Mei 2017, menjadi tanggal bersejarah lahirnya UPG 1945 NTT.
“UPG masih tergolong muda, baru berusia tujuh tahun. Semua ini terjadi karena campur tangan Tuhan. Itulah yang perlu kita akui,” ungkap Samuel Haning.
Ketua Yayasan UPG juga menekankan pentingnya kerjasama untuk kepentingan bersama dalam membangun SDM di Pulau Timor, baik itu Timor Barat maupun Timor Timur.
“Kami ingin menciptakan hubungan yang baik dalam hal sosial dan budaya melalui pendidikan di kedua lembaga ini. Kita ingin tetap bersaudara sebagai satu kesatuan di Timor dan NTT,” pungkasnya. (*)





Tinggalkan Balasan