Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, program Pembangunan Integrated Shrimp Farming di Sumba Timur harus berjalan dengan lancar. Karena negara Indonesia, khususnya NTT memiliki laut yang kaya.

Menurutnya, Provinsi NTT selalu terlambat dan dikatakan miskin, karena tidak mampu mengelola secara baik potensi atau kekayaan yang ada di daerahnya.

Dia menerangkan, Negara Nowergia, mereka hanya memiliki ikan Salmon. Namun mampu mengelola kekayaan itu dengan baik, dan devisa terbesarnya itu datang dari budidaya ikan Salmon.

“Di seluruh dunia kebutuhan komoditi terbesar itu 10 komoditi, dan Indonesia punya 7-8. Yakni Udang, ikan Kerapu, Tuna, Lobster, Kepiting, Tripang dan Rumput Laut,” jelasnya.

Ia menambahkan, program yang dilakukan akan membuka dunia bahwa disana ada kualitas udang terbaik, kualitas teritorial yang baik, ada sumber manusia yang baru, serta memiliki Bupati atau pemerintah yang memiliki komitmen yang tinggi.

“Dalam waktu dekat, pulau itu akan bayak dihuni manusia, dan memiliki dampak yang super. Program sangat baik yang diberikan Presiden Joko Widodo dan Mentri mampu direpitasi didaerah bahkan di kabupaten. oleh karena itu, kolaborasi ini dapat dijaga dengan baik,” pungkasnya.