Yeremia yang diancam dan ditolak tidak membuat hatinya memilih jalan: membuang handuk untuk menunjuk sikap ‘berhenti’ dan gulung tikar! Nabi Yeremia menjahit iman yang perkasa dari pengalaman pahit yang dijumpainya, lalu ia terdorong menyusun doa yang penuh kepercayaan akan suatu waktu di kemudian hari yang lebih cerah.
Uskup Kenosis telah sukses menjahit iman yang perkasa dengan tidak ‘menyerah kalah’ terhadap berbagai fitnah. Mgr Manek teguh mengimani Yesus sang Guru dengan tekun menjahit iman yang perkasa, justru ketika ia tidak dapat melakukan apa-apa, selain pasrahkan semuanya ke Telapak Tangan Kasih Tuhan yang perkasa. Kata Mgr Manek, ‘hanya Allah saja yang membela saya’, inilah kata-kata sederhana yang terbit dari ufuk timur kehidupan iman Uskup Agung Kenosis yang sungguh-sungguh perkasa!
Mgr Manek… mintalah dari Tuhan agar kami juga pandai dan cerdas menjahit iman yang perlasa sebagaimana Mgr sendiri telah melewatinya dengan sungguh perkasa pula.
Doaku dan berkat bagimu
P. Gregor Neonbasu SVD
Soverdi Oebufu Kupang





Tinggalkan Balasan