Ancaman yang dialami Nabi Yeremia dapat dibahasakan dengan kata-kata lain, bahwa ia ditolak, umat mengambil jarak dan sebagian dari mereka tidak mendengar ajarannya lagi. Walau masih ada juga kelompok yang berpihak pada sang Nabi, dan seketika sang Nabi menemukan optimisme baru untuk meneruskan karya pelayanan di tengah mereka menuju Tanah Terjanji. Ancaman dan penolakan dijadikan sebagai ‘peluang baru’ bagi Nabi Yeremia untuk menyampaikan doa dan harapan kepada Tuhan pemilik alam semesta!
Saudara dan saudariku terkasih dalam Kristus. Pada perspektif tertentu, Uskup Orang Miskin Mgr Gabriel Manek SVD yang sangat viral dalam renunganku ini ibarat ‘seseorang murid Kristus’ yang juga mengalami ancaman dan penolakan. Situasi yang sungguh-sungguh menyedihkan, kata Sr Anfrida SSpS kepada Sr M. Gabriella PRR (Baexem, Nederland 1995) sulit menemukan kelompok yang dengan gigih menolak isu yang sangat menyakitkan. Lalu hampir di semua pelosok telah tersebar dengan liar fitnahan tersebut. Fitnah berkembang seirama dengan kuasa dan kelemahan struktur (baik dalam Gereja, maupun dalam tarekat) untuk membela yang benar, melihat dengan mata hati untuk berpihak pada ‘yang seharusnya’, serta menutup telinga terhadap fitnah yang tidak beralasan. Pragmatisme tunduk pada si penyebar isu dan fitnah!





Tinggalkan Balasan