Iman Uskup Agung Kenosis Mgr Gabriel Manek SVD benar-benar menjadi taruhan. Secara manusiawi, tentu ia bingung oleh karena dipaksa untuk mengikuti suara hati fitnahan tersebut. Walau dalam perspektif iman, Uskup Kenosis itu membiarkan dirinya, tanpa sepatah kata pembelaan untuk mengatakan ‘ya’ agar setuju; dan ‘tidak’ untuk menegur kelompok yang memiliki hobi ‘menyebarkan isu’ seenaknya. Struktur sosial taat buta oleh karena tunduk pada fitnah dan membela serta mengagung-agungkan yang salah!
Antropologi ‘tekanan’, apakah fisik atau lebih dalam dari itu, kiranya dapat dijadikan jurus refleksi baru, untuk memahami sikap iman perkasa, yang telah dijahit sendiri oleh Uskup Agung Kenosis, yang akhirnya kini terbukti dengan ‘jenasahnya yang masih utuh’ justru sampai pada detik ini! Kondisi hari ini sebetulnya telah diantisipasi oleh sikap spiritual orang-orang Indian Mexico, yang dengan sukacita menerima Uskup Manek ketika terlunta-lunta meratapi diri di ruang yang seakan tidak bertuan: ia dibuang, dan siapa yang peduli, …. kelompok orang miskin dan terlantar di Amerika itu dengan penuh gembira menerimanya sebagai ‘pemimpin besar’ mereka (Suku Indian).
Antropologi suku-suku bermain di sini: kosmologi Timor menunjuk diri, Bahwa ayah piara Uskup Kenosis yang adalah Raja Kerajaan Tasifeto (Belu Utara) Don Kaitanus da Costa masih memberi aura hidup dan harapan baru. Mengapa? Uskup Agung Gabriel Manek pandai menjahit iman yang perkasa di tengah suasana yang tidak bersahabat, sehingga ia tidak saja diterima, melainkan lebih dari itu, menjadi orang dalam dan bahkan diangkat menjadi panglima kehidupan mereka setiap hari. Mgr Manek mengikuti lanhgkah ayah tirinya, menjadi orang besar di tengah kerajaan kaum terlantar di Amerika.
Saudara dan sadauriku terkasih. Luar biasa ‘IMAN’ yang kita miliki. Jika iman itu dijahit secara perkasa, maka apa yang tidak diharapkan justru menjadi kenyataan yang sungguh mengagumkan. Hari inipun anda dipanggil untuk ‘menjahit iman yang perkasa’ sesuai situasi dan kondisi kehidupanmu yang paling riil dan nyata! Imanmu sendiri akan menyelamatkan, jika anda sendiri dengan penuh yakin ‘mengamini’ kekuatan iman yang anda miliki!







Tinggalkan Balasan